Seperti Sebatang Emas yang Selalu Ingin Disepuh dengan Api
Seperti Adam-Mu, Tuhanku
Anugerahi pengembaraan panjang yang
ketemu
Seperti Habil-Mu, Tuhanku
Anugerahi mengalah demi menyambut
burung gagak-Mu
Seperti Idris-Mu, Tuhanku
Anugerahi kreativitas dan ilmu
Seperti Nuh-Mu, Tuhanku
Anugerahi perahu
Seperti Ibrahim-Mu, Tuhanku
Anugerahi menolak Jibril demi
menyambut api sejuk-Mu
Seperti Ismail-Mu, Tuhanku
Anugerahi kambing pengganti leherku
Seperti Ya’qub-Mu, Tuhanku
Anugerahi pakaian penyembuh buta
batinku
Seperti Yusuf-Mu, Tuhanku
Anugerahi sumur dan penjara
Sehingga mengelola negara tidak
berdasar nafsu
Seperti Ayyub-Mu, Tuhanku
Anugerahi sakit seperti tak
tersembuhkan dan pengkhianatan
Sehingga bisa bersabar dan memaafkan
Seperti Musa-Mu, Tuhanku
Anugerahi pingsan di hadapan-Mu
Seperti Harun-Mu, Tuhanku
Anugerahi kemerdekaan dalam kesetiaan
Seperti Daud-Mu, Tuhanku
Anugerahi seruling penjinak besiku
Seperti Sulaiman-Mu, Tuhanku
Anugerahi hud-hud-Mu
Seperti Yunus-Mu, Tuhanku
Anugerahi ikan penelan putus asaku
Seperti Yahya-Mu, Tuhanku
Anugerahi benteng pelindung dari
godaan
Seperti Isa-Mu, Tuhanku
Anugerahi cinta kasih dan
kebersahajaan
Seperti Muhammad-Mu, Tuhanku
Anugerahi jaga dalam tidurku
Seperti diriku, Tuhanku
Anugerahi bangunan kehendak-Mu
Di atas sepetak tanah yang tadi
kusebut sebagai diriku
Pojokwatru,23 April 2013 – 05.36
0 comments: