Surga yang Sejati


Bukankah dulu engkau miskin, tapi kemudian Aku cukupi? (93:8)
Bukankah dulu engkau bingung, tapi kemudian Aku cahayai? (93:7)
Bukankah dulu engkau yatim, tapi kemudian Aku asuh-asah-asihi? (93:6)
...

Seperti seorang anak yang tidak perlu bertanya kepada ibunya
apakah hari ini akan memasak nasi atau tidak,
seperti itulah kepasrahan ini.
Tak akan pernah lepas dari degup jantung ini,
ingatan terhadap kejadian-kejadian
--yang sekilas tampak mengagumkan maupun yang sekilas tampak memprihatinkan--
Yang di situ selalu guratan senyum anehmu
: senyum seorang ibu
yang khawatir dengan keselamatan anaknya
sekaligus senyum seorang ayah
yang bangga melihat anaknya tidak menangis bahkan malah tertawa
ketika terjatuh dan terluka
juga senyum seorang saudara
yang turut berbahagia
melihat saudaranya berhasil menemukan diri sejatinya
sendiri
dalam cekam bencana
maupun dalam tenteram jiwa
sehingga menjadi tahu
: dalam bencana ada rencana
dalam jiwa ada berita gembira.
...

Bukankah dulu berat bebanmu, tapi kemudian aku ringankan? (94:3)
Bukankah dulu sesak jiwamu, tapi kemudian aku lapangkan? (94:2)
Bukankah satu berasal dari kosong dan dua berawal dari satu?
Bukankah tidak ada surga jika tak ada neraka?
Bukankah kencana dan bencana adalah dua hal yang datang dan perginya
selalu bersama:
yang pertama mengandung yang kedua, dan juga sebaliknya?(94:5,6)
Wahai, kembalilah kepada doamu: khairul bariyyah! (98:7)
...

Oh ya, sepertinya pendahulu-pendahulumu itu kurang tepat dalam menerjemahkan:
bukan surga yang kekal, tapi surga yang sejati. (98:8)
...

Pojokwatu, 25 Februari 2013 – 01:07

About the author

Faishal Himawan
(Tidak) pernah TK, pernah nyantri di Gontor, pernah ngustadz di Banyuwangi, pernah berkeliling jualan krupuk di Aikmel-Lombok Timur, pernah kuliah Tafsir-Hadits di Sunan Ampel Surabaya, pernah menjadi operator warnet di Surabaya, pernah sebentar mbantu-mbantu Bangbangwetan periode pertama, pernah coba-coba buka usaha di Mojokerto, pernah "kerja-bakti" 3 bulan di Blora sebelum mendapat gaji pegawai negeri, pernah ke sana-kemari 2 tahun di Randublatung "hanya demi" terlaksananya sebuah "berita": akan ada 2 orang yang berkonspirasi untuk menyiasati. Saat ini sedang menyamar sebagai penyuluh KKB di Kec. Sambong Kab. Blora.

0 comments:

Template by Clairvo Yance
Copyright © 2013 KapaBilitaS and Blogger Themes.