Semua terasa dekat di depan mataku. Yang tidak tenteram tidak Kau panggil, karena yang tak tenteram tak bisa kembali. Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Hanya yang bisa menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya yang diberi hikmah sehingga yang memancar dari dirinya hanyalah kebaikan.

Underrated Player


Dari 11 pertemuan terakhirnya di semua kompetisi melawan MU, Arsenal hanya bisa menang satu kali. Demikian bunyi satu dari “butir-butir” statistik yang berceceran di halaman-halaman, koran maupun website. Jadi, berdasarkan kesepakatan “masyarakat gila detail” itu, butir statistik esok hari akan berbunyi “Dari 12 pertemuan terakhirnya di semua kompetisi melawan MU, Arsenal hanya bisa menang 1 kali”.

Pedulikah Ferguson maupun Wenger terhadap statistik itu? Ternyata tidak. Ferguson tahu, statistik hanyalah masa lalu. Sedangkan masa lalu tak akan pernah berlaku bagi orang yang selalu memandang ke depan sepertinya. Di sisi lain, alih-alih berbicara tentang pertandingan atau pun berbicara tentang mantan anak asuhnya (van Persie), Wenger justru berbicara tentang Michael Carrick, “Saya memilihnya (Michael Carrick) untuk memenangi PFA Player of the Year.”

Sekadar sebuah psywar atau justru sebuah isyarat bahwa pada pertandingan ke-12 nanti, bukan van Persie yang akan dibikin “mati” melainkan Michael Carrick? Atau jangan-jangan Wenger sedang “naksir” Michael Carrick dan berharap Ferguson mau melepaskannya mengingat usianya yang sudah 31?

Tuhan dan Wenger sendiri yang tahu secara pasti arti pernyataan itu. Tapi bagi orang-orang yang melihat sepakbola bukan sebagai sebuah kejuaraan melainkan sebagai sebuah kesenian juga sebagai sebuah kehidupan, pernyataan itu menunjukkan bahwa memang sudah sepantasnya Wenger dilengserkan dari singgasana kepelatihannya.

Hanya seorang seniman yang bisa melihat peran lebih besar seorang Michael Carrick dibanding pemain-pemain MU yang lain. Suatu “peran lebih besar” yang mirip dengan yang dilakoni Sergio Busquet di Barcelona.

Jadi harapan agar Wenger lengser bukan berdasar kebencian melainkan rasa kasihan kepada jutaan fans Arsenal: bagi seorang seniman, kalah atau menang, juara atau tidak juara, tak akan pernah menjadi masalah.

Fokus seorang seniman bukan kemenangan melainkan keindahan. Maka Arsenal butuh Mourinho.

Pojokwatu, 28 April 2013 – 17.03

Tak Datang Tak Pergi

di dalam dirimu
sendiri
tak ada yang datang juga yang pergi
tak ada yang lain selain yang sejati
temui yang sejati di dalam diri
tundukkan diri sepanjang hari

ke dalam dirimu
sendiri
ceburkan diri
ke api abadi

Pojokwatu, 27 April 2013
- 07.01

Katakan Tidak Padahal Korupsi


katakan tidak padahal korupsi
katakan jujur padahal ngapusi
katakan bekerja padahal menganggur
katakan perawan padahal pelacur

katakan apa saja bagaimana saja
sebab tak ada hukum dunia yang mengatur
berapa tahun penjara untuk siapa saja
yang berjalan sambil tidur

katakan tidak padahal korupsi
katakan kyai padahal sales mantra dan jampi
katakan amanat padahal khianat
katakan terhormat padahal terlaknat

katakan apa saja bagaimana saja
sebab tak ada hukum dunia yang mengikat
katakata katanya dengan nyatanyata nyatanya
: pasta gigi tak harus lekat dengan rambut sikat

katakan tidak padahal korupsi
katakan indah padahal njijiki
katakan berjasa padahal dasamuka
katakan surga padahal neraka

katakan apa saja bagaimana saja
sebab daripada lauhul mahfudz, lauhul mahwuw lebih mudah dibaca
sebab tempe goreng gosong aduhai gurihnya
sebab tak tampak di mata: Raqib-Atid bergelantungan di daun telinga

Pojokwatu, 24 April 2013 - 18.57

Ogah

Aku sering ogah
Pergi bekerja berlelah-lelah
Karena berapa buah rumah
Dan berapa meter persegi tanah
Juga berapa jumlah anak buah
Dijadikan ukuran tak boleh dibantah
Dalam menentukan siapa berdaya siapa lemah

Aku sering ogah
Pergi ke masjid beribadah
Karena sarung-kopyah
Dan sajadah
Juga kefasihan lidah
Dijadikan ukuran mentah
Dalam menentukan siapa salih siapa salah

Pojokwatu, 23 April 2013 – 05.03

Seperti Sebatang Emas yang Selalu Ingin Disepuh dengan Api


Seperti Adam-Mu, Tuhanku
Anugerahi pengembaraan panjang yang ketemu
Seperti Habil-Mu, Tuhanku
Anugerahi mengalah demi menyambut burung gagak-Mu
Seperti Idris-Mu, Tuhanku
Anugerahi kreativitas dan ilmu
Seperti Nuh-Mu, Tuhanku
Anugerahi perahu
Seperti Ibrahim-Mu, Tuhanku
Anugerahi menolak Jibril demi menyambut api sejuk-Mu
Seperti Ismail-Mu, Tuhanku
Anugerahi kambing pengganti leherku
Seperti Ya’qub-Mu, Tuhanku
Anugerahi pakaian penyembuh buta batinku
Seperti Yusuf-Mu, Tuhanku
Anugerahi sumur dan penjara
Sehingga mengelola negara tidak berdasar nafsu
Seperti Ayyub-Mu, Tuhanku
Anugerahi sakit seperti tak tersembuhkan dan pengkhianatan
Sehingga bisa bersabar dan memaafkan
Seperti Musa-Mu, Tuhanku
Anugerahi pingsan di hadapan-Mu
Seperti Harun-Mu, Tuhanku
Anugerahi kemerdekaan dalam kesetiaan
Seperti Daud-Mu, Tuhanku
Anugerahi seruling penjinak besiku
Seperti Sulaiman-Mu, Tuhanku
Anugerahi hud-hud-Mu
Seperti Yunus-Mu, Tuhanku
Anugerahi ikan penelan putus asaku
Seperti Yahya-Mu, Tuhanku
Anugerahi benteng pelindung dari godaan
Seperti Isa-Mu, Tuhanku
Anugerahi cinta kasih dan kebersahajaan
Seperti Muhammad-Mu, Tuhanku
Anugerahi jaga dalam tidurku
Seperti diriku, Tuhanku
Anugerahi bangunan kehendak-Mu
Di atas sepetak tanah yang tadi kusebut sebagai diriku

Pojokwatru,23 April 2013 – 05.36

Template by Clairvo Yance
Copyright © 2013 KapaBilitaS and Blogger Themes.